Tudang Sipulung di Kecamatan Lembang, Kadistanhorti Sampaikan Hal Ini.

Sistem pertanian yang berprinsip pada penggunaan pupuk kimia mengakibatkan kualitas tanah pertanian terus menurun. Untuk itu, perlu adanya perubahan pada kultur sistem pertanian dengan penggunaan bahan organik. Pertanian organik khususnya budidaya padi di Kecamatan Lembang ini merupakan harapan baru bagi kemajuan pertanian kita di Pinrang ini. Demikian penyampaian Kadis Pertanian dan Hortikultura Pinrang, Andi Calo Kerrang saat membuka acara Tudang Sipulung di Kecamatan Lembang, selasa (10/04) pagi.


“Sampai saat ini pertanian kita secara umum memang masih mengedepankan pada kuantitas produksi, pemakaian pupuk kimia yang tinggi, sementara pupuk organik masih sangat rendah penggunaannya. Hal inilah yang menyebabkan tekanan dan eksploitasi sumber daya tanah secara berlebihan. Selain itu juga akan mengakibatkan terjadinya degradasi lahan” lanjut Andi Calo.

Menurutnya, penggunaan bahan kimia berupa pupuk anorganik dan pestisida yang melebihi ambang batas membuat kesuburan tanah dan ketidakseimbangan unsur hara dalam tanah. “Lahan sawah yang dipupuk NPK, secara berlebih akan memacu proses dekomposisi bahan organik tanah, akibatnya sebagian besar lahan sawah intensif kandungan bahan organiknya terus menurun”.

Guna mengantisipasi terjadinya penurunan kualitas tanah secara terus menerus, Andi Calo menyarankan perlunya pemahaman kepada para petani untuk menerapkan proses bertani secara organik. “Selama ini petani belum tertarik untuk bertani secara organik, karena takut produksinya menurun. Perlu kami sampaikan bahwa memasuki tahun 2018 ini, beras organik yang di produksi di Kecamatan Lembang ini, sudah disertifikasi dan sudah dipasarkan di supermaket, harganya cukup mahal” tutup Andi Calo.

(JP)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tudang Sipulung di Kecamatan Lembang, Kadistanhorti Sampaikan Hal Ini."