Petani Daerah Irigasi Passolengan Ikuti Sekolah Lapang

Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) di Kabupaten Pinrang terus dimaksimalkan. Program ini menyasar setidaknya empat Daerah Irigasi (DI). Sebagai program partisipatif (participatory), aktivitas yang dilakukan tidak terbatas pada proyek fisik pengerjaan irigasi saja, tetapi juga penguatan kelembagaan petani pengguna irigasi yang tergabung dalam P3A, kelompok tani, serta bentuk kelembagaan lainnya. 

Salah satu pembinaan petani yang dilakukan adalah Sekolah Lapang Pengendalian Hama yang dipandu oleh Tenaga Pendamping IPDMIP. Seperti yang dilaksanakan di Daerah Irigasi Passolengan Desa Buttu Sawe Kecamatan Duampanua, Rabu (18/07). Darmawan, SP sebagai tenaga pendamping di daerah tersebut mengungkapkan bahwa antusias petani cukup tinggi dalam mengikuti Sekolah Lapang tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian dan Hortikultura Pinrang, Hj. Nureni yang dikonfirmasi terpisah mengungkapkan bahwa IPDMIP memiliki empat komponen aktivitas yang meliputi penguatan sistem dan kapasitas kelembagaan pertanian beririgasi yang berkelanjutan berfokus pada peningkatan kapasitas dan kemandirian, perbaikan pengelolaan, operasional dan pemeliharaan sistem irigasi, peningkatan infrastruktur sistem irigasi, dan peningkatan pendapatan pertanian pertanian beririgasi.

“Untuk meningkatkan pendapatan petani, akan membutuhkan intervensi kebijakan yang sifatnya multi sektoral. Sektor pertanian yang selama ini berada dalam kondisi underinvestment akan direvitalisasi. Program ini dapat menyediakan pelatihan teknis untuk meningkatkan pengetahuan petani terhadap sustainable agriculture, dan semua daerah irigasi yang menjadi bagian pada kegiatan ini diberikan masing-masing tenaga pendamping. Kita semua berharap agar kegiatan ini berjalan maksimal” ungkap Hj. Nureni.

(JP)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Petani Daerah Irigasi Passolengan Ikuti Sekolah Lapang"