Pantau Banjir Di Marawi, Kadis Pertanian : CBN dan AUTP Bisa Bantu Kerugian Petani

KABARDISTANHORTI-PINRANG. Banjir yang melanda Kecamatan Tiroang belum menunjukkan penurunan debit air sejak terjadinya genangan sejak 4 hari yang lalu. Banjir menerjang puluhan hektare sawah yang sudah ditanami petani. Kondisi ini membuat para petani belum bisa berbuat banyak.

Kadis Pertanian Pinrang, Andi Tjalo Kerrang saat memantau kondisi banjir di Marawi, Selasa (11/06/2019) menyampaikan, Kecamatan Tiroang menjadi salah satu wilayah yang terparah terdampak banjir. Salah satu yang menjadi perhatian adalah banjir menggenangi ratusan hektare tanaman padi.

“Kami minta para PPL bersama POPT untuk mendata terus luas genangan, jika terjadi puso sesuai dengan kriteria puso untuk mendapatkan bantuan Cadangan Benih Nasional (CBN), ini akan kami salurkan. Selain bantuan CBN tersebut, petani sebaiknya mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), program ini sangat membantu disaat seperti ini” ungkap Kadis Pertanian.

Keberadaan asuransi pertanian memang dirasa penting. Asuransi Usaha Tani Padi yang berjalan selama ini memang dinilai bermanfaat melindungi petani padi dari berbagai ancaman kegagalan panen seperti kekeringan, banjir, hingga ketika serangan hama.

Selama ini, katanya, program pemerintah itu menyediakan total klaim Rp 6 juta. Sementara, premi yang harus dibayar adalah 3 persen dari klaim sebesar Rp 180 ribu. Jika subsidi pemerintah 80 persen maka petani hanya diminta membayar Rp 36 ribu dari total premi Rp 180 ribu.

(JP)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pantau Banjir Di Marawi, Kadis Pertanian : CBN dan AUTP Bisa Bantu Kerugian Petani"