Bersyukur Atas Capaian Produksi, Mengeluh Dengan Harga

2 comments 194 views


PINRANG- Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang menggelar rapat dengan agenda pembahasan terkait masalah harga gabah pada musim panen saat ini.

Rapat yang berlangsung di ruang pertemuan Dinas TPH, Kamis (28/4/2022) tersebut dihadiri oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta KTNA kabupaten dan semua pengurus KTNA kecamatan.

Kepala Dinas TPH, Andi Tjalo Kerrang saat membuka rapat mengungkapkan bahwa sejumlah kecamatan yang sudah melaksanakan musyawarah tudang sipulung, mengeluhkan harga gabah saat ini.

“Alhamdulillah hasil panen kita musim ini sangat memuaskan, tapi petani mengeluh dengan harga. Kami menghadiri tudang sipulung di 6 kecamatan pada minggu ini, harga gabah menjadi permasalahan yang banyak dikeluhkan petani. Masalah harga gabah saat ini mengalahakan persoalan pupuk yang juga selama ini menjadi keluhan petani” ungkapnya.

Saat ini harga gabah di tingkat petani rata-rata Rp 4.300/ kg. Namun yang menggembirakan petani adalah capaian produksi pada musim panen ini cukup melimpah.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2020 bahwa harga pembelian gabah kering panen dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 25% (dua puluh lima persen) dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 10% (sepuluh persen) sebesar Rp4.200,00 (empat ribu dua ratus rupiah) per kilogram di petani atau Rp4.250,00 (empat ribu dua ratus lima puluh rupiah) per kilogram di penggilingan.

Berkaca pada peraturan tersebut, saat ini harga gabah di Kabupaten Pinrang belum dibawah HPP. Namun dengan harga itu, petani menganggap bahwa masih sangat murah dibanding harga-harga sarana produksi usaha tani yang saat ini melambung naik. (jp)

2 Respon
  1. author

    jasa pengukuran topografi7 bulan ago

    alhamdulilah semangat terus

    Balas
  2. author

    Jnrvowetrylow3 minggu ago

    can you drink alcohol with cialis tadalafil tablets 60mg cialis 5mg side effects

    Balas

Tinggalkan pesan "Bersyukur Atas Capaian Produksi, Mengeluh Dengan Harga"