Amati, Kendalikan. Sulit, Laporkan. Jangan Mengeluh

Pinrang sudah memasuki musim panen 2018 yang saat ini sedang berlangsung, namun masih terdapat pertanaman muda. Petani tetap diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya serangan hama.

“Kami terus keliling memantau kondisi pertanaman, masih banyak pertanaman yang berpotensi terserang hama. Khususnya Kecamatan Mattirobulu, Tiroang, Lanrisang, Mattirosompe dan Watang Sawitto. Pada lokasi-lokasi tersebut harus lebih waspada” ungkap Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Hortikultura Pinrang, Kamaruddin Yakub, Selasa (28/08) seusai berkunjung di Kecamatan Suppa.

Untuk itu, Kamaruddin meminta para petani dan petugas penyuluh pertanian tidak sampai lepas pengamatan pada tanaman padi yang dibudidayakan. Bila ditemukan adanya hama wereng pada rumpun padi, agar segera melakukan upaya untuk membasmi hama tersebut.

”Keberhasilan memberantas hama wereng adalah pengamatan dini. Bila serangan hama wereng diatasi sejak awal, maka serangan akan semakin mudah diatasi. Tapi kalau sudah terlanjur meluas, akan sulit diatasi,” katanya.

Dia menyebutkan, dalam mengatasi hama wereng, para petani banyak yang belum memahami bio-ekologi OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) tersebut. Misalnya, banyak petani yang merasa puas hanya dengan sekali semprot hama, wereng sudah tidak ada lagi.

”Padahal untuk membasmi wereng tidak seperti itu. Petani tidak cukup hanya sekali melakukan penyemprotan, karena dalam penyemprotan pertama, yang mati hanya wereng yang hidup. Sementara telur-telur wereng yang jumlahnya jutaan, tetap masih bisa menetas,” katanya.

Ketika telus-telur ini menetas, Kamaruddin menyebutkan, wereng muda yang tidak segera dibasmi ini justru akan membuat serangan yang lebih ganas. ”Inilah yang harus diperhatikan. Bila sekali ditemukan wereng pada rumpun padi, maka petani tidak boleh lepas pengamatan sekali pun sudah disemprot anti hama. Pengamatan harus terus-menerus dilakukan,” katanya.

Kamaruddin berharap agar semua penyuluh harus memiliki peta kawasan-kawasan mana saja yang pernah terkena serangan hama wereng. Dengan demikian, pengamatan lebih intensif bisa lebih dilakukan di kawasan tersebut.

“Sering kami minta agar Penyuluh, Buser, Petani bersinergi, terus lakukan pengamatan. Amati, kendalikan. Sulit, Laporkan, Jangan Mengeluh. Kita harus bekerja maksimal” tutupnya.

(JP)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Amati, Kendalikan. Sulit, Laporkan. Jangan Mengeluh"